Tampilkan postingan dengan label Sosial Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Media. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Oktober 2017

Lacak posisi teman janjian menggunakan WhatsApp Live Location


Ketika janjian dengan teman untuk bertemu di sebuah tempat, kerap muncul pertanyaan “kira-kira berapa lama sampai di sini?”. Jawabannya acap kali kurang akurat, sebab tak ada yang tahu hambatan-hambatan selama perjalanan.

WhatsApp Live Location, Lokasi Whatsapp


Nah, WhatsApp memungkinkan pengguna saling berbagi dan melacak perjalanan teman secara real-time melalui fitur Live Location. Dengan begitu, tak perlu lagi ada kebohongan, pemberi harapan palsu, atau jawaban tak akurat yang berhubungan dengan lokasi.

Lantas, bagaimana cara memanfaatkan fitur tersebut? Pada ponsel Android, langkah pertama adalah membuka aplikasi WhatsApp yang sebelumnya sudah diperbarui lewat Google Play Store.

Selanjutnya buka ruang chat personal atau grup tertentu di WhatsApp. Tekan ikon untuk menyisipkan dokumen dan file, lalu pilih menu “Location”. Selanjutnya, pilih menu “Share Live location” di layar peta yang muncul kemudian.

Cara menggunakan Live Location WhatsAppWhatsApp

Jika baru pertama kali memanfaatkan Live Location, WhatsApp akan memberikan peringatan bahwa lokasi Anda bakal terlacak oleh teman personal atau grup di WhatsApp. Anda bisa menekan “Continue” kalau tak keberatan.

Selanjutnya pilih durasi membagi Live Location, mulai dari 15 menit, satu jam, hingga delapan jam. Anda bisa menyisipkan komentar pada pembagian Live Location tersebut, sebagaimana pantauan KompasTekno, Jumat (20/10/2017).

Jika Anda terlanjur memencet durasi tertentu dan ingin berhenti membagi lokasi sebelum durasi berakhir, bisa langsung menyetopnya dengan menekan “Stop Sharing” pada tautan Live Location yang dibagi ke teman.

Dari sisi pelacak, Anda cukup membuka tautan Live Location yang dibagikan. Khusus di grup, anggota-anggota yang turut membagi Live Location mereka di saat bersamaan akan muncul pada satu antarmuka peta digital WhatsApp. Anda bisa melacak teman A, B, dan C, sedang di mana dalam satu waktu.

Fitur ini sudah tersedia di Tanah Air, baik untuk pengguna Android maupun iOS. Selamat mencoba!

Penulis: Fatimah Kartini Bohang
Editor: Reska K. Nistanto
Copyright Kompas.com

Facebook Uji Fitur Instant Article

Uji Coba Facebook Instant Article

Instant Article adalah program Facebook untuk menyajikan konten artikel berita dari berbagai penerbit dan institusi pers lewat layanan jejaring sosialnya.

Program ini rencananya akan dikembangkan lebih jauh dengan menambahkan fitur berlangganan. Uji cobanya dijadwalkan akan dimulai dalam beberapa minggu ke dapan.

Facebook Instant Article , artikel facebook , aceh
Facebook Instant Article


Nantinya pengguna akan bisa membayar lewat Facebook untuk memperoleh artikel dari publisher yang dikehendaki. Penerbit yang menyediakan konten langganan bisa memilih beberapa model berbeda.

Misalnya, apakah ingin memberikan 10 artikel gratis tiap bulan (lebih dari itu harus membayar langganan) atau "freemium" di mana penerbit bisa memilih artikel mana yang gratis dan mana yang berbayar.

Sejumlah rekanan penerbit sudah digandeng untuk keperluan uji coba langganan artikel, termasuk Washington Post, Economist, Los Angeles Times, dan Telegraph.

"Kami akan menganalisis respon pengguna terhadap pengalaman baru ini. Kami juga akan bekerja sama dengan para rekanan untuk menganalisis, belajar, dan mengembangkan fitur," sebut Facebook dalam sebuah pernyataan yang dihimpun KompasTekno dari The Wall Street Journal, Sabtu (21/10/2017).

Sejumlah penerbit yang sudah mapan dengan layanan langganan milik sendiri menolak ikut serta dalam uji coba, antara lain New York Times dan The Wall Street Journal.

Khusus untuk The Wall Street Journal, pilihan metode langganan artikel yang disediakan Facebook dinilai terlalu longgar dibanding model langganan yang sudah diterapkan selama ini, meski masih terbuka kemungkinan bergabung apabila Facebook menambah model berlangganan lain.

Uji coba langganan Instant Articles Facebook baru akan tersedia di platform Android karena Facebook masih bernegosiasi dengan Apple soal pembagian pendapatan.

Facebook ingin agar 100 persen uang langganan yang dibayarkan pengguna masuk ke kantong penerbit. Sementara, Apple ngotot mengambil bagian 30 persen agar sejalan dengan ketentuannya soal pendapatan yang diperoleh aplikasi iOS.

Sumber:

Copyright Kompas.com

Minggu, 12 Februari 2017

Google Assisstant

Google Assistant Bakal Sambangi Smartphone Lain di Luar Pixel

Google Assistant adalah salah satu fitur andalan Google Pixel. Asisten virtual ini sebelumnya sudah tersedia di aplikasi chatting terbaru dari perusahaan tersebut, yakni Allo.

Google juga sempat menyebut fitur itu hanya hadir secara khusus untuk Pixel. Namun dalam informasi terbaru, asisten virtual itu dikabarkan juga akan menyambangi smartphone lain di luar seri Pixel.

Google Assisstant

Kabar ini pertama kali diketahui dari versi alpha dari aplikasi Google Now (versi 6.13) yang rilis beberapa waktu lalu. Sejumlah pengembang menemukan Google Now pada versi tersebut digantikan Google Assistant.

Dikutip dari Phone Arena, Senin (13/2/2017), cara kerja fitur itu dapat digunakan sama seperti Google Now, begitu pula cara mengaktifkannya. Kendati demikian, saat melakukan percobaan, tak semua smartphone berhasil mengakses fitur anyar ini.

Setidaknya ada tiga seri smartphone yang diketahui berhasil mengakses fitur ini, yakni Nexus 6P, Samsung Galaxy Note 5, dan Alcatel Idol 4. Belum diketahui alasan Google mulai menggulirkan platform ini untuk smartphone lain. Terlebih, perusahaan yang kini dipimpin Sundar Pichai itu sempat menuturkan fitur tersebut hanya tersedia khusus di Pixel.

Namun tak sedikit yang memerkirakan kemunculan Google Assistant itu tak lain karena ada bug, sehingga salah membaca ketiga produk itu sebagai Google Pixel. Karenanya, tak dapat dipastikan apakah fitur ini benar-benar tersedia untuk smartphone selain Pixel.

Adapun Google Assistant adalah pembaruan Google Now yang mendukung percakapan dua arah dan pencarian lebih akurat. Google Assistant merupakan fitur yang memungkinkan pengguna Pixel membuat janji, bertanya soal informasi apa pun, termasuk terhubung dengan perangkat Google lain, seperti Google Home.

Kamis, 09 Februari 2017

Google Beri 5 Tips Aman Internetan

Setiap 7 Februari, netizen memperingati Hari Internet Aman Sedunia. Bertepatan dengan hari itu, Google memberikan berbagai tips aman untuk berselancar di dunia maya.

Tips tersebut diberikan langsung oleh Parisa Tabriz, Director of Engineering Google, melalui sebuah sesi wawancara jarak jauh. Ia sendiri saat ini bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dari produk Chrome.

Menurut Tabriz, saat terhubung ke internet, pengguna merasa aman karena berpendapat langsung terhubung ke situs web yang dituju dengan koneksi pribadi.

"Faktanya, tidak langsung terhubung perangkat ke web, harus melewati beberapa tahap," kata Tabriz kepada wartawan di Jakarta. Selalu ada kemungkinan pihak ketiga berupaya mengganggu koneksi tersebut.

Sementara para penyedia layanan berusaha mencegah intervensi keamanan di internet, sebaiknya pengguna juga menjaga diri.

Selain Director of Engineering Google, Tabriz juga dikenal sebagai "Security Princess" alias Putri Keamanan di Google. Ia mengawali karirnya sebagai hired hacker software engineer untuk tim keamanan Google.

Selain itu, ia juga mengajar di Harvard Kennedy School, menjabat sebagai konsultan untuk Gedung Putih Amerika Serikat, dan menjadi konsultan untuk beberapa penulis hiburan memahami dunia cyber security.

Parisa Tabriz, Putri Keamanan Google, saat memberikan tips seputar keamanan di dunia internetGoogle

Berikut adalah tips aman berselancar di internet yang diberikan Tabriz, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Antara, Rabu (8/2/2017).

1. Waspada gratisan
Jangan langsung percaya bila ada yang menawarkan bantuan atau sesuatu secara cuma-cuma di dunia maya. Penyerang akan meminta pengguna melakukan sesuatu yang membuat keamanan saat berselancar di internet berkurang.

2. Jangan pakai kata kunci yang sama
Biasakan untuk menggunakan kata kunci yang berbeda untuk setiap akun di media maya. Manfaatkan aplikasi password manager, seperti yang tersedia di Google Chrome, untuk membantu mengingat kata kunci.

3. Berhati-hati gunakan komputer bersama
Jangan masuk ke suatu akun menggunakan komputer bersama, terutama memverifikasi pengaturan keamanan akun. Aktifkan recovery e-mail di pengaturan akun Anda sehingga bila lupa atau terjadi sesuatu, akan mendapat akses melalui e-mail alternatif.

4. Ketahui perangkat lunak dan aplikasi yang dipasang
Anda sebaiknya mengetahui semua perangkat lunak dan aplikasi yang dipasang di perangkat, baik komputer maupun ponsel.

5. Perbarui program dan aplikasi
Pastikan memperbarui program dan aplikasi yang digunakan. Perangkat lunak selalu diperbarui untuk menambah performa dan keamanan.

Inovasi fitur LINE di tahun 2017

Line Indonesia memperkenalkan beragam inovasi, dan rencana ekspansi melalui kolaborasi dalam membangun ekosistem digital kreatif Indonesia. Hal itu bertujuan untuk menjadi Smart Portal Nomor satu.

Setelah mengalami momentum lompatan besar di tahun 2016, tahun 2017 ini Line optimistis akan menjadi titik tumpu pertumbuhan pesat di Indonesia. "Popularitas Line akan terus meningkat seiring dengan semakin Iengkapnya fitur-fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan Iokal. Line bergerak cepat untuk mewujudkan Smart Portal Nomor satu di Indonesia, dan akan terus bekerjasama dengan para mitra yang akan melakukan berbagai terobosan ekspansi, inovasi dan mengembangkan fitur-fitur menarik," ungkap Managing Director Line Indonesia, Ongki Kurniawan.

Adapun Line terus menyediakan nilai tambah untuk para mitra, dan pengguna melalui pendekatan yang sesuai dengan budaya lokal melalui ragam inovasi seperti pada Iayanan Line Business Connect, Line Shopping, dan Line Pay e-cash. Selain itu, Line juga memperkuat kemampuan fitur pesan seperti Self-Destruct Timeline Status, dan Group Polls, serta berkontribusi untuk Indonesia melalui Line Creativate 2016 dan Line Inspire.
Rangkaian inovasi di 2017 berdasarkan survey kebutuhan pengguna di Indonesia antara lain:

- Line Video Group Call: lnovasi Iayanan komunikasi antarmuka terbaru dari Line yang dapat dinikmati bersama teman-teman dalam satu grup yang sama.

-Line Jobs: Layanan yang ditujukan bagi para pencari kerja di Indonesia agar lebih mudah dalam mengakses informasi mengenai lapangan pekerjaan yang diinginkan. Pada Maret 2017 nanti, Line Jobs akan meluncurkan Iayanan tambahan agar penggunanya dapat mendaftar pekerjaan, mengisi formulir pendaftaran, dan memonitor proses pencarian kerja Iangsung di smart portal Line.

-Line Academy: Berkolaborasi dengan ruangguru.com, Iayanan ini diitujukan bagi pelajar yang membutuhkan informasi terkait dengan konten edukasi. Lewat Line Academy, pengguna dapat mengakses konten yang interaktif seperti latihan soal ujian, mengakses video cara pengerjaan jawaban, bahkan konsultasi pekerjaan rumah dengan ahlinya.

Kamis, 15 Desember 2016

Fitur Video Live Twitter

Twitter pada hari ini mengumumkan integrasi penuh dengan Periscope. Melalui integrasi ini, pengguna aplikasi  Twitter bisa langsung melakukan siaran Periscope melalui Twitter. Pembaruan ini sudah mulai tersedia untuk semua pengguna di sistem operasi Android dan iOS.

Fitur video live (siaran video langsung) saat ini memang tengah menjadi tren di media sosial. Sebelum Twitter, Facebook dan Instagram pun hadirkan kini fitur serupa ke dalam platform yang mereka miliki.

"Twitter adalah tempat di mana orang membicarakan apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Dengan siaran video langsung, pembicaraan tersebut menjadi lebih hidup. Berbagai momen, dari yang kecil hingga besar, akan menjadi lebih hidup saat kita memiliki kesempatan untuk menjadikannya sebagai sebuah pengalaman yang dapat dinikmati oleh banyak orang melalui siaran video langsung," ujar CEO Periscope, Kayvon Beykpour, seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (15/12/2016).

Penonton yang menyaksikan siaran video langsung di  Twitter dapat ikut berinteraksi dengan mengirimkan komentar dan tanda hati sebagai tanda dukungan. Tweet yang memiliki siaran Periscope dapat di-Retweet, disukai, dan dibagikan di media manapun, di mana pengguna dapat membagikan Tweet.

Untuk membuat siaran video langsung, klik ikon untuk membuat Tweet, kemudian pilih opsi "Live". Setelah itu, akan ada sebuah keterangan "Go Live", yang ketika opsi tersebut di-klik maka pengguna bisa langsung membuat video tersebut.

Menurut Senior Manager Software Engineering Twitter, Sara Haider, integrasi Twitter dan Periscope ini bisa dimanfaatkan pengguna untuk mendayagunakan para follower mereka di Twitter.

"Bagi banyak orang yang tidak memiliki waktu membuat grafik audiens di Periscope, tapi menghabiskan bertahun-tahun berinvestasi pada grafis audiens di Twitter, maka melalui ini mereka bisa mendayagunakan follower mereka di Twitter tanpa harus membuat grafis baru," jelas Sara.

Kamis, 01 Desember 2016

Cara Mudah Melindungi Data Penting di Smartphone Kamu

Di era digital, segala hal dapat dilakukan dengan smartphone. Faktanya, smartphone bukan lagi sebagai perangkat hiburan saja, tetapi juga perangkat yang dapat terhubung dengan keluarga, teman, dan pekerjaan di mana pun kamu berada.

Smartphone juga telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perkotaan. Maka itu, penting untuk menjaga smartphone kamu, terutama jika sebagian besar aktivitasmu dilakukan pada perangkat mobile.

Namun, secanggih apapun itu, smartphone-mu bisa rusak jika jatuh atau terkena air. Apabila hal ini terjadi, kamu bisa kehilangan data-data berharga.

Bukan tanpa solusi, kamu dapat mengantisipasi kejadian tersebut dengan mengetahui hal-hal berikut ini. Apa saja? Selengkapnya, seperti dikutip dari How to Tech, Rabu (30/11/2016) simak ulasannya berikut ini:

1. Data Hilang, Harus Bagaimana?

Tak perlu panik, kamu dapat memulihkan atau mengembalikan data-datamu yang hilang dengan mencoba beberapa aplikasi di Play Store atau Apps Store. Meski secara fisik smartphone-mu rusak, kamu dapat memulihkannya lewat opsi lain, yakni sistem pemulihan data di perangkatmu.

2. Pakai Eksternal Hard Disk

Biasakan untuk selalu menyimpan data cadangan (back up) selain di smartphone kamu. Misalnya, di hard disk eksternal. Untuk pengguna iPhone, kamu dapat mem-back up seluruh datamu melalui Time Machine, sebuah piranti lunak iOS. Time Machine akan memulihkan datamu.

Untuk Android, kamu bisa mentransfernya ke PC dengan menggunakan kabel data atau memasukkan memory card. File tersebut dapat disimpan di komputer atau hard disk eksternal.

Sebaiknya, file disimpan di hard disk eksternal ketimbang di komputer sehingga tidak menghabiskan banyak ruang memori.

3. Gunakan Layanan Cloud

Ada banyak layanan Cloud yang dapat kamu gunakan untuk menyimpan data cadangan secara otomatis. Misalnya, Dropbox dan Google Drive. Dua layanan gratis itu, aplikasinya dapat diunduh di App Store atau Google Play. Cara kerjanya sama, yakni otomatis mem-back up datamu ke Cloud kemudian tersimpan ke akunmu.

Selain itu, ada cara mudah lainnya jika kamu ingin mengembalikan data dari Google Drive atau Dropbox ke smartphone barumu, yakni menyinkronkan akun Cloud ke akun di smartphone-mu. Namun, pastikan kamu memiliki banyak ruang di smartphone, mengingat aplikasi ini cukup memakan memori.

Apapun metode yang kamu pilih, melindungi memori dan data di smartphone adalah hal yang sangat penting.

Facebook Messenger tambahkan fitur game

Jakarta (ANTARA News) - Facebook mengumumkan pengguna aplikasi Messenger kini dapat memainkan game di jendela percakapan.


Mulai 29 November 2016, seperti yang diberitakan laman Phone Arena, aplikasi tersebut sudah dapat diperbarui, dimulai dari Amerika Serikat, untuk dapat merasakan pengalaman terbaru tersebut.

Game yang dapat dimainkan di Facebook Messenger termasuk Pac-Man, Words With Friends, Space Invaders, Arkanoid, EverWing, Nex dan Galaga.

Game dapat dijalankan di perangkat yang memakai iOS dan Android terbaru, tanpa disebutkan secara spesifik.

Game di Facebook Messenger dilengkapi dengan leaderboard, baik perorangan maupun grup dan pengguna dapat menantang teman lainnya.

Bulan lalu, Facebook Messenger menambahkan fitur keamanan enkripsi end-to-end, sama seperti WhatsApp, menggunakan Signal Protocol yang dikembangkan oleh Open Whisper Systems.

LyfieEye Teknologi Baru Kamera untuk Android

Dukungan YouTube dan Facebook untuk foto dan video 360 derajat telah memicu minat konsumen mainstream untuk merekam apa saja yang terjadi dalam hidup pengguna ke format ini. Tapi kebanyakan kamera 360 derajat di pasar membutuhkan sedikit teknologi yang menyulitkan.



Mulai dari memasangkannya ke telepon hingga mengirimkan hasil gambar. Ini seringkali merepotkan pengguna. Tapi dilansir Mashable, sebuah kamera kecil baru bernama LyfieEye produksi eCapture mematahkan hambatan-hambatan tersebut. Dengan satu colokan langsung ke ponsel, ini berarti tak perlu baterai untuk mengisi, dan tidak perlu menggunakan bluetooth untuk mengirim gambar.

Untuk harga, kamera mini ini dibandrol dengan harga sekitar 150 dolar Amerika Serikat. Ini juga menjadikannya salah satu pilihan dengan harga yang lebih terjangkau.

Aplikasi LyfieEye dapat mempilkan langsung rekaman video dengan kamera tersebut. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk memangkas video.

Wakil Presideb eCapture, Sherwayn Tan, mengatakan LyfieEye hanya bisa digunakan di Android. Tan menjelaskan bahwa Apple memiliki persyaratan yang lebih ketat, sehingga eCapture memutuskan untuk hanya fokus pada Android.

LyfieEye merupakan produk dikomersialkan pertama dari eCapture, yang juga memiliki kantor di Hong Kong dan Singapura. Tan mengatakan mereka tertarik untuk mengembangkan teknologi foto 3D lebih mendalam di masa depan.

Minggu, 27 November 2016

Setengah penduduk dunia akan terhubung internet akhir tahun 2016

Pada akhir 2016, hampir setengah dari penduduk dunia menggunakan internet seiring dengan perkembangan jaringan seluler dan penurunan harga. Sekalipun jumlahnya terpusat di negara maju.

Menurut laporan lembaga PBB, Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) di negara maju, sekitar 80 persen dari warganya menggunakan internet. Tetapi, hanya sekitar 40 persen warga di negara berkembang dan 15 persen di negara miskin terhubung dengan internet.



Di beberapa negara miskin dan rapuh Afrika, hanya satu dari 10 orang terhubung dengan internet. Yang tidak terhubung dengan internet adalah kelompok perempuan, tua, kurang berpendidikan, miskin dan tinggal di pedesaan, kata lembaga itu, yang khusus untuk informasi dan teknologi komunikasi. Secara global, 47 persen dari penduduk dunia terhubung dengan internet, masih jauh dari sasaran PBB, yaitu 60 persen pada 2020. Sekitar 3,9 miliar orang, lebih dari setengah populasi dunia, tidak terhubung dengan internet.

ITU mengharapkan 3,5 miliar orang akan memiliki akses pada akhir tahun ini. "Pada 2016, orang tidak lagi mencoba online. Mereka selalu online. Penyebaran jaringan 3G dan 4G di seluruh dunia telah membawa internet kepada semakin banyak orang," kata laporan itu.

Perusahaan telekomunikasi dan internet berkembang pesat sehingga lebih banyak telepon pintar muncul dengan harga terjangkau yang mendorong konsumen untuk berselancar dengan internet dan menyebabkan pertumbuhan permintaan layanan data-besar. Namun, negara miskin masih tertinggal daripada yang lain.

"Tingkat penetrasi internet di LDC (negara miskin atau kurang maju) hari ini telah mencapai tingkat penetrasi oleh negara-negara maju pada tahun 1998, yang menunjukkan bahwa LDC tertinggal hampir 20 tahun di belakang negara-negara maju," kata laporan itu. Lembaga itu menyalahkan biaya layanan dan kekurangan prasarana untuk pelanggan pedesaan dan terpencil serta biaya tinggi penggunaan telepon pintar sebagai penyebabnya, demikian Reuters.

Selasa, 22 November 2016

Cara verifikasi kebenaran berita di internet

Informasi atau konten yang dimuat di internet belum tentu benar. Namun nyatanya, sebagian di antara kita masih saja ada yang suka menyebarkan berita yang berasal dari sumber tak tepercaya, yang kebenarannya tak bisa dipertanggungjawabkan.



Sehubungan dengan hal ini, Facebook dan Google sedang mengerahkan upaya untuk memblokir, atau setidaknya meminimalisasi, peredaran artikel dari sumber berita palsu.

Namun sebetulnya, sebagai pengguna pun kita bisa memverifikasi keaslian suatu berita dengan mudah. Proses verifikasi ini tak melulu dengan cara mengecek 'Whois' dari alamat sumber berita atau beberapa cara berbau agak teknis lainnya.

Mengutip tulisan seorang asisten profesor di bidang komunikasi dan media Melissa Zimdars berjudul False, Misleading, Clickbait-y, and/or Satirical "News" Sources, berikut ini 11 langkah untuk memverifikasi sumber berita di internet.

1. Hindari Alamat Situs Berakhiran -lo.

Di luar negeri misalnya ada Newslo, Politicalo, dan Religionlo. Situs web semacam ini biasanya memenggal potongan informasi dari berita akurat, kemudian memolesnya dengan fakta-fakta keliru atau bahkan opini yang menggiring pembacanya.

2. Waspada Terhadap Situs Berakhiran .com.co

Biasanya situs web tersebut merupakan versi palsu dari sumber berita asli. Misalnya, Liputan6.com adalah sumber berita asli, kemudian ada pihak tak bertanggung jawab membuat situs web beralamat Liputan6.com.co untuk mengelabui pembaca dan pengguna internet.

3. Pastikan Situs Berita Kredibel Melaporkan Berita Tersebut

Biasanya, ada lebih dari satu sumber berita yang seharusnya melaporkan suatu topik atau peristiwa.

4. Nama Domain Aneh

Pada umumnya nama domain aneh memuat berita aneh dan belum tentu benar.
5. Atribusi Penulis (dan Editor)

Ketiadaan atribusi penulis kadang kala menandakan bahwa suatu berita patut dicurigai dan perlu diverifikasi kebenarannya. Misalnya, portal berita kredibel seperti Liputan6.com selalu memuat siapa penulis atau reporter berita itu dan siapa yang mengeditnya, serta memilik laman khusus yang memuat susunan redaksinya.

6. Proses Penyuntingan

Beberapa situs web juga memungkinkan blogger, penulis lepas, atau pemilik akun di situs webnya untuk mengeposkan artikel di bawah bendera merek berita tertentu; Namun, banyak di antara artikel semacam ini tidak melalui proses penyuntingan yang sama layaknya sebuah berita, contohnya BuzzFeed Community Posts, Kinja blogs, Forbes blogs.

7. Tentang Kami

Periksa halaman Tentang Kami (About us) di situs web tersebut, atau cari informasi tentang situs web tersebut di Snopes, Wikipedia, dan lainnya.

8. Desain Web Buruk dan Huruf Kapital

Coba perhatikan desain halaman situs web tersebut, apakah asal-asalan, norak, aneh, atau buruk? Kemudian lihat, apakah situs web tersebut menggunakan huruf kapital untuk semua huruf di judul beritanya atau di halamannya?

Kedua hal ini merupakan tanda bahwa situs web yang kamu baca harus diverifikasi dan atau dibaca beriringan dengan sumber lain, untuk memverifikasi kebenarannya.

9. Memancing Amarah

Jika berita yang kamu baca di suatu sumber berita betul-betul membuat kamu marah, sebaiknya kamu membaca topik berita itu melalui sumber lain untuk memastikan apakah cerita yang kamu baca, secara tak langsung memang sengaja mencoba untuk membuat kamu marah (dengan informasi yang berpotensi menyesatkan atau palsu), untuk menghasilkan angka shares dan pendapatan iklan yang tinggi.

10. Doxing

Bila situs web yang kamu baca mendorong Anda untuk melakukan doxing (mengumpulkan informasi personal di internet, meliputi nama asli, alias, alamat, nomor telepon, dan lain-lain) terhadap seseorang, sepertinya situs web itu bukan sumber berita yang valid.

11. Baca beberapa sumber

Sangat disarankan untuk membaca beberapa sumber informasi untuk memahami berbagai sudut pandang sebuah berita secara lebih baik.

Cara mudah mendeteksi hoax

Di era internet, berbagai macam informasi dapat kamu temukan dengan mudah. Sayangnya, hal ini justru disalahgunakan oleh sebagian orang untuk menyebarkan berita bohong (hoax).



Misalnya di , bukan hal aneh jika banyak penggunanya yang membagikan tautan hoax dari situs yang tidak jelas kredibilitasnya.

Bagi sebagian pihak, hal ini bisa dimanfaatkan untuk menghasut atau memprovokasi orang lain. Namun ada juga yang mengejar keuntungan dengan menarik sebanyak-banyaknya pembaca untuk mengkliknya.

Padahal, menyebarkan hoax dapat merugikan pembacanya. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, sudah ada undang-undang yang khusus mengatur penyebaran informasi dan transaksi elektronik.

Oleh sebab itu, kamu perlu mengetahui cara mengidentifikasi berita sebelum kamu membagikannya di media sosial atau aplikasi perpesanan. Nah, sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari CNET, Senin (21/11/2016), berikut ini hal-hal yang wajib kamu ketahui untuk mendeteksi apakah suatu berita termasuk hoax atau bukan:

1. Cross Check Judul Berita Provokatif

Tak sedikit berita yang muncul di internet menggunakan judul provokatif. Kalau demikian, coba cross check berita itu dengan menggunakan mesin pencari Google untuk memastikan apakah berita yang kamu baca, ditulis dan diterbitkan oleh situs berita lain.

2. Cek URL Situs Web

Kemudian, cek alamat situs web berita itu, atau URL-nya, jika berita yang kamu baca berasal dari situs yang memiliki alamat URL berbeda, misalnya .com.de.

3. Cek Foto

Terakhir, cek foto di dalam artikel berita. Terkadang pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Caranya, download atau screenshot foto di artikel itu. Lalu, buka Google Images di browser dan seret (drag) foto itu ke kolom pencarian Google Images. Periksa hasilnya untuk mengetahui sumber dan caption asli dari foto tersebut.

Kemudian yang terpenting, gunakan akal sehat kamu saat membaca berita, jangan mudah terpancing, dan jangan ragu mengecek keaslian atau kebenarannya.

Minggu, 20 November 2016

Penyebar Berita Hoax Diancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Juru bicara Mabes Polri Kombes Rikwanto meminta masyarakat untuk cerdas menyebarkan konten berita provokatif yang belum terkonfirmasi kebenarannya di media sosial.

Apalagi, sampai menjadi penyebar berita yang mengirimkan kabar bohong (hoax) atau bahkan sekadar iseng mendistribusikan (forward).
"Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Rikwanto melalui siaran pers yang diterima Minggu (20/11).
Menurutnya, dalam pasal UU ITE ini disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.
"Jadi mulai sekarang, setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik. Sekarang banyak SMS, maupun email, hoax yang berseliweran," tambah dia.
Perwira melati tiga yang akan menjabat sebagai Karopenmas Divisi Humas Polri ini menegaskan, pihak yang menyebarkan konten berita provokatif, disadari atau tidak, turut terkena karena dianggap ikut mendistribusikan kabar bohong.
"Karenanya, kalau mendapat pesan berantai yang sekiranya hoax, jangan sembarang di-forward. Laporkan saja kepada polisi.‎ Sebab, pesan hoax harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk dalam delik hukum," beber dia.
Nantinya, setelah ada laporan tentang berita hoax, aduan akan diproses, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi.
"Jadi jangan asal forward lagi, bisa memperkeruh suasana," tandas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya

Sabtu, 19 November 2016

Pemusnah berita Hoax di sosial media

Facebook menghadapi kritikan pedas lantaran berita bohong alias terkait pemilu Amerika Serikat 2016 yang muncul di situs tersebut.


CEO Facebook Mark Zuckerberg pun menanggapi bahwa berita dan informasi bohong yang dibagikan di Facebook hanya sebagian kecil dibandingkan dengan keseluruhan berita. Meski begitu, Facebook berkomitmen memperbaiki diri dan berjanji bahwa hoax akan hilang dari situsnya.

Saat Facebook berusaha menyortir berita-berita hoax, ada empat yang berhasil mengatasi kabar-kabar hoax yang ada di jejaring sosial berusia 12 tahun itu.

Mengutip Business Insider, Kamis (16/11/2016), melalui ajang hackathon yang diselenggarakan Princeton University, keempat mahasiswa itu membuat sebuah ekstensi pada browser Chrome hanya dalam waktu 36 jam. Mereka menamai proyeknya 'FiB: Stop living a lie'.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Nabanita De, Anant Goel, Mark Craft, dan Catherine Craft yang berasal dari bebeberapa universitas berbeda.

De menyebutkan cara kerja dari ekstensi itu. "(Ekstensi) itu mengklasifikasi seluruh unggahan, baik foto atau screenshot Twitter, foto dewasa, serta tautan palsu dengan tanda terverifikasi atau tidak terverifikasi, menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan," tutur De.

Ia menambahkan, untuk tautan situs, tim menilainya dari reputasi website kemudian juga permintaan terhadap malware dan situs phishing yang mengambil konten dari Google dan meringkasnya.

"Untuk gambar seperti screenshot Twitter, kami mengubah gambar ke teks menggunakan nama pengguna dan memeriksa apakah cuitan itu benar-benar diunggah oleh penggunanya," ujar De.

Para mahasiswa itu telah merilis ekstensi mereka sebagai proyek terbuka, karenanya banyak pengembang yang bisa mengunduh dan menggunakannya.

Solusi keempatnya pun dianggap sebagai sebuah solusi yang cukup efektif untuk menyelesaikan masalah yang kini dialami jejaring sosial raksasa besutan Mark Zuckerberg itu.

Selasa, 08 November 2016

Fenomena Sosial Media

Mengapa Situasi di Media Sosial Lebih Ramai daripada Dunia Nyata?

Setiap ada isu besar yang tengah bergulir, termasuk Demo 4 November , kita akan mendapati situasi di Media Sosial lebih ramai daripada di dunia nyata.


Mengapa hal ini terjadi? Menanggapi pertanyaan tersebut, pakar media sosial Nukman Luthfie menilai hal ini sesuatu yang normal.
"Memang begitu di mana-mana. Sudah banyak riset yang menyebutkan, tensi kemarahan di media sosial lebih tinggi daripada di dunia offline," kata Nukman yang Tekno Liputan6.com hubungi, Jumat (4/11/2016) di Jakarta.

Pria yang memiliki lebih dari 170 ribu pengikut di Twitter dengan akun @nukman ini menjelaskan bahwa ketika seseorang menyampaikan kemarahan di media sosial, orang tersebut merasa tidak ada yang menyaksikan.
"Karena kemarahannya disampaikan di ruang terbuka (media sosial, red.), orang merasa sendirian, merasa tidak ada yang menyaksikan. Jadi semua keluar, rame. Padahal kalau di offline, (orang itu) diem. Sama kaya kalau kita lagi marah. Kalau di kamar sendirian, semuanya keluar. Tapi kalau di luar kamar, diem," tutur Nukman yang juga merupakan CEO Jualio.com.
Kemudian, Nukman menjelaskan, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain termasuk Amerika Serikat sekalipun.

"Ini bukan hanya di Indonesia, di Amerika Serikat juga gitu. Pernah ada survei tentang kepuasan pemerintahan, satu survei online dan satunya lagi survei offline (wawancara langsung, red.). Ternyata, kalau wawancara langsung lebih kalem. Kenapa? Karena ungkapannya lebih terkontrol. Beda sama wawancara online," paparnya

Terakhir, Nukman mencontohkan, ketika Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres sebelumnya, dunia maya pun begitu ramai.
"Waktu Pilkada DKI Jokowi-Foke, sama waktu Pilpres Jokowi-Prabowo, dunia maya rame tuh. Tapi di dunia nyata, aman-aman aja. Mungkin semuanya sudah tersalurkan lewat ," pungkas Nukman.

#Sosialmedia

Twitter akan tutup Vine


Twitter dikabarkan tengah mengalami masalah. Belum lama ini ada kabar Twitter akan merumahkan ratusan karyawannya.


Sekarang kembali terdengar kabar, Twitter akan menutup salah satu aplikasi berbagi video yang dimilikinya, Vine. Dilansir laman Digitaltrends Rabu (2/11) sebelum Instagram dan Snapchat menjadi tren, Vine sudah lebih dulu menyapa netizen di dunia maya.

Sayangnya, saat ini aplikasi tersebut semakin ditinggalkan pengikutnya. Meski demikian, Twitter mengatakan pengguna Vine saat ini masih diberi kesempatan untuk menyelamatkan video mereka sebelum resmi ditutup.

Hingga saat ini, Twitter belum memberikan keterangan terkait akan ditutupnya aplikasi tersebut. Hanya saja, beberapa pengamat menyatakan saat ini Twitter masih fokus mengurus Periscope dan Live Streaming ketimbang Vine.

Menurut data yang dikeluarkan App Annie, Vine telah mengalami penurunan untuk aplikasi gratis iOS. Sensor Tower juga menyebutkan jika jumlah unduhan aplikasi Vine dari tahun ke tahun telah mengalami penurunan sebanyak 55 persen.

#Vine #Twitter