Tampilkan postingan dengan label ios. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ios. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Oktober 2017

Facebook Uji Fitur Instant Article

Uji Coba Facebook Instant Article

Instant Article adalah program Facebook untuk menyajikan konten artikel berita dari berbagai penerbit dan institusi pers lewat layanan jejaring sosialnya.

Program ini rencananya akan dikembangkan lebih jauh dengan menambahkan fitur berlangganan. Uji cobanya dijadwalkan akan dimulai dalam beberapa minggu ke dapan.

Facebook Instant Article , artikel facebook , aceh
Facebook Instant Article


Nantinya pengguna akan bisa membayar lewat Facebook untuk memperoleh artikel dari publisher yang dikehendaki. Penerbit yang menyediakan konten langganan bisa memilih beberapa model berbeda.

Misalnya, apakah ingin memberikan 10 artikel gratis tiap bulan (lebih dari itu harus membayar langganan) atau "freemium" di mana penerbit bisa memilih artikel mana yang gratis dan mana yang berbayar.

Sejumlah rekanan penerbit sudah digandeng untuk keperluan uji coba langganan artikel, termasuk Washington Post, Economist, Los Angeles Times, dan Telegraph.

"Kami akan menganalisis respon pengguna terhadap pengalaman baru ini. Kami juga akan bekerja sama dengan para rekanan untuk menganalisis, belajar, dan mengembangkan fitur," sebut Facebook dalam sebuah pernyataan yang dihimpun KompasTekno dari The Wall Street Journal, Sabtu (21/10/2017).

Sejumlah penerbit yang sudah mapan dengan layanan langganan milik sendiri menolak ikut serta dalam uji coba, antara lain New York Times dan The Wall Street Journal.

Khusus untuk The Wall Street Journal, pilihan metode langganan artikel yang disediakan Facebook dinilai terlalu longgar dibanding model langganan yang sudah diterapkan selama ini, meski masih terbuka kemungkinan bergabung apabila Facebook menambah model berlangganan lain.

Uji coba langganan Instant Articles Facebook baru akan tersedia di platform Android karena Facebook masih bernegosiasi dengan Apple soal pembagian pendapatan.

Facebook ingin agar 100 persen uang langganan yang dibayarkan pengguna masuk ke kantong penerbit. Sementara, Apple ngotot mengambil bagian 30 persen agar sejalan dengan ketentuannya soal pendapatan yang diperoleh aplikasi iOS.

Sumber:

Copyright Kompas.com

Jumat, 10 Februari 2017

Tanda - tanda kemungkinan Handphone anda disadap

3 tanda kemungkinan handphone anda telah disadap

Penasaran, seperti apa tanda-tanda sebuah smartphone telah disadap? Berikut ini ada 3 tanda sebuah ponsel telah disadap

telpon disadap


1. Konsumsi Data Berlebih

Tak dimungkiri, sebagian besar aplikasi yang ada di smartphone membutuhkan jaringan internet untuk dapat berjalan optimal. Untuk itu, pengguna smartphone selalu berusaha untuk terhubung dengan internet, baik dengan jaringan seluler atau Wi-Fi.

Namun, pengguna sebaiknya juga dapat memantau penggunaan konsumsi data dalam periode tertentu. Alasannya, konsumsi data yang berlebihan dan tak sesuai dengan penggunaan menjadi salah satu ciri ada masalah di smartphone tersebut.

Jika kamu tak menemukan sumber masalah yang mungkin terjadi, seperti aplikasi yang berjalan atau tethering internet, ada kemungkinan ada pihak lain yang 'menumpang' lalu lintas internet.

2. Pesan Aneh

Pesan mengganggu atau spam juga dapat menjadi salah satu indikator untuk mengetahui sebuah perangkat telah berhasil disusupi pihak asing. Karenanya, sebisa mungkin untuk tak mengabaikan begitu saja pesan yang tiba-tiba muncul dan berisi karakter, angka, atau simbol acak.

Penyerangan melalui pesan singkat semacam ini biasanya dilakukan oleh pelaku kejahatan siber. Bahkan, apabila berhasil menyusup ke perangkat korban, pihak penyerang dapat mengirim pesan tanpa diketahui oleh korban.

Pesan yang terkirim itu terkadang menjadi celah untuk menyerang korban lain yang diambil berdasarkan kontak korban pertama. Untuk itu perhatikan pesan yang terkirim dari perangkatmu, dan perhatikan apakah ada pesan yang dikirim tanpa persetujuan pengguna.

3. Aplikasi yang Tiba-tiba Terpasang

Hampir sebagian besar pengguna smartphone pasti menyadari aplikasi dan tampilan layar perangkatnya, tapi hal itu bukan berarti menghilangkan risiko kedatangan aplikasi berbahaya. Pada beberapa kasus, penyerang ternyata berhasil memasang aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna.

Terkadang aplikasi itu tak ditampilkan di layar smartphone, tapi dapat berjalan secara background. Untuk itu, perhatikan pula aplikasi yang sedang berjalan dan lihat apakah ada aplikasi yang tak biasa untuk memastikan perangkatmu baik-baik saja.

Kendati demikian, sebenarnya ada sejumlah cara untuk mencegah pihak lain berusaha untuk menyadap atau menyusup ke perangkatmu. Salah satu cara yang cukup mudah adalah selalu mengunduh aplikasi dari toko aplikasi resmi.

Untuk diketahui, Apple dan Google sudah memiliki sistem penyaringan terlebih untuk memastikan sebuah aplikasi aman sebelum dilempar ke pasaran. Selain itu, selalu berhati-hati ketika membuka tautan atau pesan dari sumber tak jelas untuk mencegah penyusup bisa mengakses perangkatmu.

Kamis, 01 Desember 2016

Facebook Messenger tambahkan fitur game

Jakarta (ANTARA News) - Facebook mengumumkan pengguna aplikasi Messenger kini dapat memainkan game di jendela percakapan.


Mulai 29 November 2016, seperti yang diberitakan laman Phone Arena, aplikasi tersebut sudah dapat diperbarui, dimulai dari Amerika Serikat, untuk dapat merasakan pengalaman terbaru tersebut.

Game yang dapat dimainkan di Facebook Messenger termasuk Pac-Man, Words With Friends, Space Invaders, Arkanoid, EverWing, Nex dan Galaga.

Game dapat dijalankan di perangkat yang memakai iOS dan Android terbaru, tanpa disebutkan secara spesifik.

Game di Facebook Messenger dilengkapi dengan leaderboard, baik perorangan maupun grup dan pengguna dapat menantang teman lainnya.

Bulan lalu, Facebook Messenger menambahkan fitur keamanan enkripsi end-to-end, sama seperti WhatsApp, menggunakan Signal Protocol yang dikembangkan oleh Open Whisper Systems.