Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2017

Tanda - tanda kemungkinan Handphone anda disadap

3 tanda kemungkinan handphone anda telah disadap

Penasaran, seperti apa tanda-tanda sebuah smartphone telah disadap? Berikut ini ada 3 tanda sebuah ponsel telah disadap

telpon disadap


1. Konsumsi Data Berlebih

Tak dimungkiri, sebagian besar aplikasi yang ada di smartphone membutuhkan jaringan internet untuk dapat berjalan optimal. Untuk itu, pengguna smartphone selalu berusaha untuk terhubung dengan internet, baik dengan jaringan seluler atau Wi-Fi.

Namun, pengguna sebaiknya juga dapat memantau penggunaan konsumsi data dalam periode tertentu. Alasannya, konsumsi data yang berlebihan dan tak sesuai dengan penggunaan menjadi salah satu ciri ada masalah di smartphone tersebut.

Jika kamu tak menemukan sumber masalah yang mungkin terjadi, seperti aplikasi yang berjalan atau tethering internet, ada kemungkinan ada pihak lain yang 'menumpang' lalu lintas internet.

2. Pesan Aneh

Pesan mengganggu atau spam juga dapat menjadi salah satu indikator untuk mengetahui sebuah perangkat telah berhasil disusupi pihak asing. Karenanya, sebisa mungkin untuk tak mengabaikan begitu saja pesan yang tiba-tiba muncul dan berisi karakter, angka, atau simbol acak.

Penyerangan melalui pesan singkat semacam ini biasanya dilakukan oleh pelaku kejahatan siber. Bahkan, apabila berhasil menyusup ke perangkat korban, pihak penyerang dapat mengirim pesan tanpa diketahui oleh korban.

Pesan yang terkirim itu terkadang menjadi celah untuk menyerang korban lain yang diambil berdasarkan kontak korban pertama. Untuk itu perhatikan pesan yang terkirim dari perangkatmu, dan perhatikan apakah ada pesan yang dikirim tanpa persetujuan pengguna.

3. Aplikasi yang Tiba-tiba Terpasang

Hampir sebagian besar pengguna smartphone pasti menyadari aplikasi dan tampilan layar perangkatnya, tapi hal itu bukan berarti menghilangkan risiko kedatangan aplikasi berbahaya. Pada beberapa kasus, penyerang ternyata berhasil memasang aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna.

Terkadang aplikasi itu tak ditampilkan di layar smartphone, tapi dapat berjalan secara background. Untuk itu, perhatikan pula aplikasi yang sedang berjalan dan lihat apakah ada aplikasi yang tak biasa untuk memastikan perangkatmu baik-baik saja.

Kendati demikian, sebenarnya ada sejumlah cara untuk mencegah pihak lain berusaha untuk menyadap atau menyusup ke perangkatmu. Salah satu cara yang cukup mudah adalah selalu mengunduh aplikasi dari toko aplikasi resmi.

Untuk diketahui, Apple dan Google sudah memiliki sistem penyaringan terlebih untuk memastikan sebuah aplikasi aman sebelum dilempar ke pasaran. Selain itu, selalu berhati-hati ketika membuka tautan atau pesan dari sumber tak jelas untuk mencegah penyusup bisa mengakses perangkatmu.

Kamis, 09 Februari 2017

Google Beri 5 Tips Aman Internetan

Setiap 7 Februari, netizen memperingati Hari Internet Aman Sedunia. Bertepatan dengan hari itu, Google memberikan berbagai tips aman untuk berselancar di dunia maya.

Tips tersebut diberikan langsung oleh Parisa Tabriz, Director of Engineering Google, melalui sebuah sesi wawancara jarak jauh. Ia sendiri saat ini bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dari produk Chrome.

Menurut Tabriz, saat terhubung ke internet, pengguna merasa aman karena berpendapat langsung terhubung ke situs web yang dituju dengan koneksi pribadi.

"Faktanya, tidak langsung terhubung perangkat ke web, harus melewati beberapa tahap," kata Tabriz kepada wartawan di Jakarta. Selalu ada kemungkinan pihak ketiga berupaya mengganggu koneksi tersebut.

Sementara para penyedia layanan berusaha mencegah intervensi keamanan di internet, sebaiknya pengguna juga menjaga diri.

Selain Director of Engineering Google, Tabriz juga dikenal sebagai "Security Princess" alias Putri Keamanan di Google. Ia mengawali karirnya sebagai hired hacker software engineer untuk tim keamanan Google.

Selain itu, ia juga mengajar di Harvard Kennedy School, menjabat sebagai konsultan untuk Gedung Putih Amerika Serikat, dan menjadi konsultan untuk beberapa penulis hiburan memahami dunia cyber security.

Parisa Tabriz, Putri Keamanan Google, saat memberikan tips seputar keamanan di dunia internetGoogle

Berikut adalah tips aman berselancar di internet yang diberikan Tabriz, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Antara, Rabu (8/2/2017).

1. Waspada gratisan
Jangan langsung percaya bila ada yang menawarkan bantuan atau sesuatu secara cuma-cuma di dunia maya. Penyerang akan meminta pengguna melakukan sesuatu yang membuat keamanan saat berselancar di internet berkurang.

2. Jangan pakai kata kunci yang sama
Biasakan untuk menggunakan kata kunci yang berbeda untuk setiap akun di media maya. Manfaatkan aplikasi password manager, seperti yang tersedia di Google Chrome, untuk membantu mengingat kata kunci.

3. Berhati-hati gunakan komputer bersama
Jangan masuk ke suatu akun menggunakan komputer bersama, terutama memverifikasi pengaturan keamanan akun. Aktifkan recovery e-mail di pengaturan akun Anda sehingga bila lupa atau terjadi sesuatu, akan mendapat akses melalui e-mail alternatif.

4. Ketahui perangkat lunak dan aplikasi yang dipasang
Anda sebaiknya mengetahui semua perangkat lunak dan aplikasi yang dipasang di perangkat, baik komputer maupun ponsel.

5. Perbarui program dan aplikasi
Pastikan memperbarui program dan aplikasi yang digunakan. Perangkat lunak selalu diperbarui untuk menambah performa dan keamanan.

Selasa, 22 November 2016

Cara verifikasi kebenaran berita di internet

Informasi atau konten yang dimuat di internet belum tentu benar. Namun nyatanya, sebagian di antara kita masih saja ada yang suka menyebarkan berita yang berasal dari sumber tak tepercaya, yang kebenarannya tak bisa dipertanggungjawabkan.



Sehubungan dengan hal ini, Facebook dan Google sedang mengerahkan upaya untuk memblokir, atau setidaknya meminimalisasi, peredaran artikel dari sumber berita palsu.

Namun sebetulnya, sebagai pengguna pun kita bisa memverifikasi keaslian suatu berita dengan mudah. Proses verifikasi ini tak melulu dengan cara mengecek 'Whois' dari alamat sumber berita atau beberapa cara berbau agak teknis lainnya.

Mengutip tulisan seorang asisten profesor di bidang komunikasi dan media Melissa Zimdars berjudul False, Misleading, Clickbait-y, and/or Satirical "News" Sources, berikut ini 11 langkah untuk memverifikasi sumber berita di internet.

1. Hindari Alamat Situs Berakhiran -lo.

Di luar negeri misalnya ada Newslo, Politicalo, dan Religionlo. Situs web semacam ini biasanya memenggal potongan informasi dari berita akurat, kemudian memolesnya dengan fakta-fakta keliru atau bahkan opini yang menggiring pembacanya.

2. Waspada Terhadap Situs Berakhiran .com.co

Biasanya situs web tersebut merupakan versi palsu dari sumber berita asli. Misalnya, Liputan6.com adalah sumber berita asli, kemudian ada pihak tak bertanggung jawab membuat situs web beralamat Liputan6.com.co untuk mengelabui pembaca dan pengguna internet.

3. Pastikan Situs Berita Kredibel Melaporkan Berita Tersebut

Biasanya, ada lebih dari satu sumber berita yang seharusnya melaporkan suatu topik atau peristiwa.

4. Nama Domain Aneh

Pada umumnya nama domain aneh memuat berita aneh dan belum tentu benar.
5. Atribusi Penulis (dan Editor)

Ketiadaan atribusi penulis kadang kala menandakan bahwa suatu berita patut dicurigai dan perlu diverifikasi kebenarannya. Misalnya, portal berita kredibel seperti Liputan6.com selalu memuat siapa penulis atau reporter berita itu dan siapa yang mengeditnya, serta memilik laman khusus yang memuat susunan redaksinya.

6. Proses Penyuntingan

Beberapa situs web juga memungkinkan blogger, penulis lepas, atau pemilik akun di situs webnya untuk mengeposkan artikel di bawah bendera merek berita tertentu; Namun, banyak di antara artikel semacam ini tidak melalui proses penyuntingan yang sama layaknya sebuah berita, contohnya BuzzFeed Community Posts, Kinja blogs, Forbes blogs.

7. Tentang Kami

Periksa halaman Tentang Kami (About us) di situs web tersebut, atau cari informasi tentang situs web tersebut di Snopes, Wikipedia, dan lainnya.

8. Desain Web Buruk dan Huruf Kapital

Coba perhatikan desain halaman situs web tersebut, apakah asal-asalan, norak, aneh, atau buruk? Kemudian lihat, apakah situs web tersebut menggunakan huruf kapital untuk semua huruf di judul beritanya atau di halamannya?

Kedua hal ini merupakan tanda bahwa situs web yang kamu baca harus diverifikasi dan atau dibaca beriringan dengan sumber lain, untuk memverifikasi kebenarannya.

9. Memancing Amarah

Jika berita yang kamu baca di suatu sumber berita betul-betul membuat kamu marah, sebaiknya kamu membaca topik berita itu melalui sumber lain untuk memastikan apakah cerita yang kamu baca, secara tak langsung memang sengaja mencoba untuk membuat kamu marah (dengan informasi yang berpotensi menyesatkan atau palsu), untuk menghasilkan angka shares dan pendapatan iklan yang tinggi.

10. Doxing

Bila situs web yang kamu baca mendorong Anda untuk melakukan doxing (mengumpulkan informasi personal di internet, meliputi nama asli, alias, alamat, nomor telepon, dan lain-lain) terhadap seseorang, sepertinya situs web itu bukan sumber berita yang valid.

11. Baca beberapa sumber

Sangat disarankan untuk membaca beberapa sumber informasi untuk memahami berbagai sudut pandang sebuah berita secara lebih baik.

Minggu, 20 November 2016

Penyebar Berita Hoax Diancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Juru bicara Mabes Polri Kombes Rikwanto meminta masyarakat untuk cerdas menyebarkan konten berita provokatif yang belum terkonfirmasi kebenarannya di media sosial.

Apalagi, sampai menjadi penyebar berita yang mengirimkan kabar bohong (hoax) atau bahkan sekadar iseng mendistribusikan (forward).
"Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Rikwanto melalui siaran pers yang diterima Minggu (20/11).
Menurutnya, dalam pasal UU ITE ini disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.
"Jadi mulai sekarang, setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik. Sekarang banyak SMS, maupun email, hoax yang berseliweran," tambah dia.
Perwira melati tiga yang akan menjabat sebagai Karopenmas Divisi Humas Polri ini menegaskan, pihak yang menyebarkan konten berita provokatif, disadari atau tidak, turut terkena karena dianggap ikut mendistribusikan kabar bohong.
"Karenanya, kalau mendapat pesan berantai yang sekiranya hoax, jangan sembarang di-forward. Laporkan saja kepada polisi.‎ Sebab, pesan hoax harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk dalam delik hukum," beber dia.
Nantinya, setelah ada laporan tentang berita hoax, aduan akan diproses, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi.
"Jadi jangan asal forward lagi, bisa memperkeruh suasana," tandas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya